Cabang Olahraga

Atletik

atletikTim atletik Kota Bogor semakin optmis untuk meraih prestasi terbaik di Porda Jawa Barat XI/2010. Hal ini karena hasil simulasi yang dilakukan di Bandung pekan lalu, para atlet menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Headcoach atletik Kota Bogor Dicky Gunawan saat melakukan tes trek atletik lapangan Padjajaran Bandung, seluruh atlet menunjukan peningkatan waktu. Ia menambahkan Mochamad Husni dan Hanum Dwi Kusuma W menunjukkan grafik peningkatan yang jauh diatas dugaan.

“Saya optimis target kita bisa kita raih. Husni di jalan cepat 10 kilometer ia mampu memangkas dua menit dari waktu yang ia ciptakan di Jabar open Maret lalu. Begitu juga Hanum, sayamelihat penampilannya sangat stabil sejak awal hingga akhir,” ujarnya.

Dicky mengatakan sisa waktu sau bulan ini akan ia manfaatkan semaksimal mungkin, agar para atlet bisa mempertajam torehan waktu mereka. Saat ini ia menjelaskan seluruh atlet telah memasuki program latihan pra kompetisi.

Dalam program ini, volume latihan yang dilakukan lebih sedikit tapi intensitas latihanya jusru semakin ditingkatkan. “Intensias latihan kita bisa mencapi 90-100 persen. Ini akan terus kita lakukan hingga nanti menjelang porda,” jelas pelatih yang akan di kirim ke Jerman ini.

Dengan metode latihan yang telah disusun, Dicky berharap saat porda nanti anak asuhnya bisa tampil dalam kondisi fi x performance. Ia merencanakan saat porda nanti seluruh tim akan berangkat lebih awal. Sehingga Emma dan kawan-kawan bisa menjalankan latihan di lokasi pertandingan.

“Kita akan berangkat 20 Juni. Kita akan beradaptasi dengan cuaca dan arena pertandingan. Saya juga takut jika memaksakan mereka terus latihan di sini (Stadiun Pajajaran Bogor, red) para atlet akan jenuh,” pungkasnya. (*)


Angkat Berat

Pengcab Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga (PABBSI) Kota Bogor mengadakan simulasi Porda di tempat latihannya di gedung Kemuning Gading Kota Bogor, kemarin. Ini dilakukan untuk mengukur kemampuan atletnya menjelang Porda Jawa Barat XI/2010. Dalam simulasi tersebut para lifter dituntut untuk memunjukkan kemampuan terbaiknya, karena akan dijadikan tolak ukur dalam menetukan target medali. Ketua Pengcab PABBI Kota Bogor Dodi Ahdiayat mengatakan para atlet harus mulai mempersiapkan diri dengan matang, karena sisa waktu menjelang porda sangat singkat.

angkat_beratDodi yang selau mengikuti perkembangan para lifter sangat puas dengan hasil simulasi kemarin. Ia mengatakan seluruh atlet mengalami peningkatan yang sangat tajam setelah menjualankan latihan secara intensif. Pelatih PABBSI Kota Bogor, Muhamad Minan mengatakan, anak didiknya telah menujukkan peningkatan, tapi masih harus terus ditingkatkan lagi. Simulasi yang dilakukan saat ini akan dijadikan evaluasi dalam meningkatkan kemampuan

atlet. “Kita harus lakukan perbaikan terus, sehingga pada saat porda nanti mereka bisa menunjukkan penampilan terbaiknya. Walau saat ini rata-rata angkatan mereka telah meningkat,” ujar Minan.

Minan mencatat peningkatan kemampuan terjadi pada Joni Epriadi di kelas 50 Kg dapat mempertahankan setiap angkatanya dengan rata-rata 80 hingga 85 kg. Selain itu atlet andalan PABBSI Kota Bogor Imam Jamaludin yang turun di kelas 85 Kg mengalami peningkatan signifi kan sekitar 20% dari total kemampuannya. Sementara di bagian putri, atlet angkat besi Dedek Khariani kelas 62 Kg tetap stabil. (*)


Balap Sepeda

Balap sepeda merupakan cabang olahraga baru di Kota Bogor. Pengcab Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Bogor berdiri 28 Oktober 2009. Meski usianya relatif masih muda, cabor yang dipimpin Deni Sediawan ini sudah berani menargetkan tiga medali emas untuk Kota Bogor di Porda Jabar XI/2010. Keseriusan mereka menggapai

target itu ditunjukkan dengan program fisik terukur. Dalam seminggu, para atlet harus menggeber pedal sepeda hingga sejauh 900 km. Itu mereka lakukan sejak awal pemusatan latihan cabang (pelatcab) Maret lalu. Latihan untuk membentuk kekuatan tubuh dan kecepatan pembalap agar lebih siap tampil di porda. 

“Latihan fisik itu kita lakukan berjenjang setiap bulan. Pada Maret anak-anak menempuh jarak 700 km perminggu,

balap_sepedaApril 800 km perminggu, dan Mei 900 km perminggu. Jadi sampai sekarang atlet-atlet kita rata-rata sudah menempuh jarak hampir 10.000 km,” beber Deni. Tim balap sepeda Kota Bogor berkekuatan sembilan atlet di arena porda mendatang. Antara lain Maryono (nomor 1000 m), Radius Ginting (individual time trial dan road race), Mumuh Muksin (road race), Mulyono (road race), Beri (roadrace), Romli (MTB), Herda (BMX), Koko (BMX), dan Eri (BMX).

Sebulan menjelang porda, pola latihan akan lebih banyak mengarah pada pemantapan skill dan teknik pertandingan.

Radius dan kawan-kawan juga “dipaksa” duduk di atas jok sepeda minimal lima jam sehari. “Pada Juni kita perbanyak latihan menerjang tanjakan,” kata Deni. Untuk menambah jam terbang anak asuhannya, pengcab memperbanyak ujicoba atlet-atletnya mengikuti berbagai even berkelas. Terakhir tim balap sepeda Kota Bogor mengikuti kejuaraan pada 27-31 Mei lalu dengan menempu rute Semarang-Borobudur.

“Tidak sampai di situ. Saya akan bawa anak-anak ikut kejuaraan di Hongkong jika menjadi Juara Porda. Hal ini supaya pembinaan atlet di Kota Bogor semakin maju,” pungkas Deni.(*)


Billiar

Meski pelaksanaan Porda XI hanya tinggal menunggu hari, kesiapan tim biliar Kota Bogor baru mencapai 60 persen. Ini karena kepengurusan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) belum dilantik, sehingga program latihan belum diterima tim pelatih. Pelatih biliar Kota Bogor Ismail Usemahua mengatakan, para atlet saat ini menjalankan latihan dengan program seadanya. Dalam satu minggu, ia menjadwalkan empat kali latihan di Cozy Cafe, Bogor Tengah. Namun atlet masih dibebaskan untuk berlatih sendiri di luar waktu wajib. Selain masalah kepengurusan, tim biliard Kota Bogor juga terkendala masalah sarana. harus terus menyewa tempat, Yusuf Zaldy dan kawan-kawan belum mendapatkan stik. 

“Kita sudah memesan stik, tapi hingga sekarang belum datang. Untuk itu kita masih menggunakan stik yang ada di lokasi latihan atau memakai milik pribadi. Tapi saya pikir sudah tidak layak lagi,” ujar Ismail. 

Meski demikian Ismail tetap optimis mewujudkan target tiga emas. Apalagi materi atlet yang dimiliki merupakan sudah cukup berpengalaman. Menurutnya olahraga ini adalah cabor yang unik. Konsentrasi bertanding dan fokus pukulan menjadi kunci sukses. Dengan senggang waktu yang masih ada, ia sangat yakin bisa memaksimalkan kemampuan atletnya. “Peluang kita masih sangat terbuka dengan atlet yang kita punya. Mereka saat ini hanya tinggal mengasah ketajaman pukulan dan konsentarasi,” jelasnya. (*)


Bridge

Tim bridge putra Kota Bogor bertekad kuat untuk bisa memberikan prestasi terbaik bagi Kota Bogor. Apalagi, ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XI/2010 akan menjadi sebuah tantangan besar bagi kepengurusan Gabungan Brigde Seluruh Indonesia (Gabsi) Kota Bogor periode 2009-2014.

Di Porda nanti, tim optimis dapat menyumbangkan satu medali perak bagi Kota Bogor. Hal ini akan dicapai melalui lebih keras dan komitmen yang kuat dari seluruh pengurus. Untuk itu, pembenahan sangat penting dilakukan untuk jangka waktu ke depan dan tentunya dengan melakukan regenerasi untuk terus mengembangkan olahraga bridge di Kota Bogor.*

Bola Basket

Bola BasketPersatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) memantapkan langkahnya menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI Jawa Barat, Juli. Target untuk memberikan gold medal (medali emas) kepada Kota Bogor menjadi misi bagi pasukan basket putra dan putri yang akan bertarung. Ketua Umum Perbasi Kota Bogor, Syaiful Anwar menyampaikan bila basket menjadi prioritas sebagai cabang olahraga unggulan dan membuktikannya dengan menyerahkan medali emas. “Kami akan berjuang memperebutkan medali emas. Ini memang tidak mudah, namun kami harus berusaha,” ujarnya.

Dalam ajang ini, tim juga mengukuhkan kontingen serta manajer yang akan berangkat ke Bandung nanti. Edo Suganda akan menangani tim putra sebagai manajer. Dirinya akan dibantu oleh Galih Nugraha sebagai pelatih. Sementara Hendra Wijaya ditunjuk sebagai manajer tim putri yang akan dibantu oleh Prama Satya Majid dan Bobby sebagai pelatih.

Bulu Tangkis

Tim bulutangkis Kota Bogor punya ambisi besar di Porda Jawa Barat XI/2010. Pengurus periode ini ingin memberikan medali pertama bagi Kota Bogor. Pasalnya di beberapa porda sebelumnya, cabang olahraga bulutangkis begitu sulit mendapatkan medali. Pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Bogor optimis bisa memenuhi harapan itu. Meski hanya menargetkan medali perak dan perunggu, bagi mereka itu dijadikan sumber motivasi tinggi. Karena persaingan di cabor ini sangat ketat.

“Dalam beberapa porda ke belakang, Kota Bogor selalu kesulitan meraih medali. Apalagi dapat emas. Ini karena pesaingan di cabor bulutangkis begitu ketat. Dengan komposisi tim yang sekarang, kita optimis bisa kembali menyumbangkan medali untuk Kota Bogor,” ujar Menejer Tim Bulutangkis Kota Bogor Agus Suherman. Kota Bogor akan menurunkan lima atletnya yang bermain di tiga nomor. Di antaranya dua ganda putri, pasangan Samantha Lintang-Feiran Mesawardhani dan Arindian Fitriastuti- Gisma Adinda Putranti serta satu tunggal putra, Eri Permana Sastra. 

Agus menegaskan, seluruh atlet bulutangkis Kota Bogor merupakan atlet asli Kota Bogor. Hal ini membuat motivasi bertanding para atlet untuk mengharumkan nama Kota Hujan sangat tinggi. 

“Itulah modal utama Kota Bogor, atlet-atletnya adalah asli warga Kota Bogor. Kita bina sejak dulu, meski ada dua atlet ( Samantha Lintang dan Feiran Mesawardhani) yang bermain untuk klub Jayakarta Jakarta. Saya bangga pada anak-anak,” tutur Kepala SMAN 1 Bogor itu. Beberapa waktu menjelang porda, tim pelatih dan manajer terus memotivasi atlet-atletnya agar lebih bersemangat dalam latihan. Mereka juga menekankan Gisma dan kawan-kawan untuk lebih disiplin dalam segala hal. 

“Dalam olahraga, terutama bulutangkis, yang paling utama adalah disiplin. Itulah kunci untuk menggapai prestasi. Atlet harus punya prinsip, disiplin adalah napasku. Dan semangat sebagai motivasi,” tutup Ketua Pengcab PBSI Kota Bogor itu. (*)

Catur

Tim catur Kota Bogor tidak banyak berkoar menghadapi Porda Jawa Barat XI/2010. Pasalnya, ajang ini diikuti sejumlah pecatur tenar kelas provinsi dan nasional. Dipastikan Grand Master Irine Kharisma Sukandar (Bekasi) dan Grand Master Susanto Megaranto memperkuat daerahnya masing-masing.

Meski demikian, tim catur Kota Bogor tidak patah semangat mengukir prestasi di hajatan olahraga terbesar di Jawa Barat itu. Paling tidak, dua medali perak bisa mereka raih dari lima atlet yang

dikirim. Tim Catur Kota Bogor beranggotakan lima atlet asli binaan Pengcab Percasi Kota Bogor. Mereka antara lain Ani Mulyani, Cahyuning Isnaini, Risma Yusdiana, Vania Vindy Chandra dan Muhammad Satibi. Mereka didrill habishabisan untuk bersaing dengan pecatur handal terbaik se-Jawa Barat.

Andi menjelaskan, persaingan catur di Jawa Barat sangat ketat. Kekuatan tiap daerah hampir merata, karena olahraga ini sudah cukup mendarahdaging di masyarakat. Andi bahkan menyebutkan catur di Jawa Barat sebagai barometer pembinaan nasional.

“Waktu ujicoba di Jogjakarta, anak-anak Kota Bogor bermain sangat mengagumkan. Bahkan kita bisa mengalahkan juara PON di sana. Catur di Jawa Barat bisa dikatakan cukup dominan di Indonesia. Artinya, jika juara Porda, ini membuka peluang untuk jadi juara Indonesia,” kata Andi.

“Bisa dilihat sendiri, bagaimana Irine dan Susanto begitu dominan di Indonesia. Padahal usainya masih muda. Kita bangga bisa bersaing dengan mereka,” kata entrepreuner di bidang usaha kaca itu. (*)

Dansa

Tak ada hal yang tidak mungkin. Falsafah inilah yang dipegang Ketua Umum IODI Kota Bogor Tjetjep Sulaiman. Karena itu, para pedansa dari Kota Hujan bertekad untuk mendulang medali pada pelaksanaan Porda XI Jabar. Selain itu, dari hasil monitoring pengurus kontingen, langsung di tempat latihan tim dansa Kota Bogor juga terlihat kesiapan para atlet IODI Kota Bogor. Empat pedansa seperti pasangan adik kakak Anthony/Margaretha dan Rian/Ichtiari juga semakin kompak dan siap. 

Di bawah penanganan pelatih Kho Fei Chu, para pedansa Kota Bogor semakin siap dan mempunyai kebugaran yang prima. Humas KONI Kota Bogor Ratna Sutisna pun memberikan acungan jempol. “Persiapan pedansa Kota Bogor sudah baik. IODI punya program teratur, atlet berbakat dan mereka berpeluang mendulang medali,” ujar Ratna. 

Para pedansa Kota Bogor yang akan berlaga di Bandung memiliki reputasi yang baik di level nasional dan internasional. Sebagai gambaran, pada uji coba tahun lalu, duet Usep dan Cynthia menjadi juara dua dalam kejuaraan dansa internasional di Singapura. Sedangkan pasangan Vincent/Ira berhasil merebut Juara I Safi el Dancesport dalam nomor waltz dan tanggo. 

Sedangkan Ketua IODI Kota Bogor, Tjetjep Sulaiman juga mengakui timnya kini sudah semakin siap. Latihan tiga kali dalam seminggu membuat Anthony/Margaretha dkk makin mantap. “Program latihan berjalan dengan baik. Kami menyesuaikan domisili pedansa dengan jadwal latihan mereka. 

Supaya nyaman dan bisa maksimal. Dengan harapan mereka berlatih sepenuh hati dalam setiap latihan yang akhirnya bisa memberi hasil maksimal pada Porda XI,” jelas Tjetjep. Di cabor dansa, tuan rumah Kota Bandung akan menjadi saingan berat karena memiliki pedansa yang berkualitas baik. “Tapi kami tidak gentar,” ujar Tjetjep.


Drum Band

Ketua Pengprov Persatuan Drum Band Indonesia (PBDI) Jawa Barat Setiadi memprediksi, tim drum band Kota Bogor membuat kejutan di ajang Porda Jawa Barat XI/2010. Selain dianggap sebagai salah satu tim kuat di Jawa Barat, drum band Kota Bogor menjadi juara pada babak kualifi kasi Porda Desember lalu. 

“Kota Bogor dan Kota Bandung adalah tim yang kuat di Jawa Barat. Meski bermain di Bandung, saya yakin Kota Bogor akan membuat kejutan. Dan peluang itu sudah nampak,” ujar Rahmat saat menghadiri pelatikan PDBI Kota Bogor di Balaikota Bogor. 

Rahmat juga takjub melihat penampilan tim-tim drum band se-Kota Bogor yang mengikuti pagelaran drum band usai acara pelantikan. Dia juga memuji perkembangan drum band di Kota Bogor. Kendati mengalami masalah berat, pengurus bisa terus mengembangkan pembinaan. 

“Saya melihat acara tadi (kemarin, red) bukan hanya rame-ramean. Tapi itu adalah wujud pembinaan yang sangat bagus,” kata Rahmat. Dengan kemapuan yang dimiliki, kata Rahmat, Kota Bogor bisa saja merebut medali emas porda. 

Ketua KONI Kota Bogor sependapat dengan Rahmat. Dalam pidatonya, Basuki mengatakan, drum band menjadi andalan Kota Bogor di ajang porda. Ia mengharapkan seluruh tim tetap solit dengan kondisi yang ada. “Saya sangat mengharapkan tim ini bisa menyumbang medali emas bagi Kota Bogor. 

Jadi yang ada harus terus dijaga,” ujarnya. Sementara itu Ketua PDBI Kota Bogor Gatut Susanta mengatakan, pemain drumband yang mengikuti pagelaran adalah calon atlet masa depan Kota Bogor. Meski masih muda, mereka dengan cepat mempelajari tiga lagu yang dipentaskan. 

Gatut mengatakan akan mengusahakan setiap sekolah di Kota Bogor memiliki tim drum band. Selain untuk pembinaan, olahraga ini juga bisa merangsang pertumbuhan otak. Karena dalam cabor ini kordinasi antara otak kanan dan kiri harus terus dirangsang. (*)

Futsal

Cabang olahraga Futsal Kota Bogor dipersiapkan menjadi cabor unggulan KONI Kota Bogor pada PORDA XI 2010 mendatang. Sepakbola mini atau yang lebih dikenal futsal saat ini tengah digandrungi masyarakat luas. Hal inilah yang mendorong KONI pusat untuk menjadikan cabang olahraga Futsal, akan dipertandingkan pada PON 2012 di Riau bahkan di arena Sea Games 2011 Bandung. 

Ketua Umum KONI Kota Bogor, Basuki mengatakan bila futsal menjadi cabor yang kami proyeksikan untuk dapat berkembang ke depan. Tentunya, atlet futsal akan tetap dibina dan diharapkan menjadi cabang olahraga unggulan, setidaknya, ini sudah dibuktikan dengan prestasi gemilang pada babak prakualifi kasi Porda.  

KONI juga akan berupaya untuk meningkatkan prestasi pefutsal sekaligus menjaring bibit-bibit berbakat. Nantinya, bila hal ini dapat dijalankan dengan baik, tentunya tak akan sulit untuk mencari pefutsal yang bisa membanggakan nama Kota Bogor.(*)


Hockey

Tim hockey Kota Bogor terus melakukan evaluasi setelah melakoni try out di Yogyakarta Kendati gagal meraih prestasi maksimal di Kota Gudeg, penampilan tim dinilai cukup memuaskan. Menejer tim hockey Kota Bogor Dedeh Rohayati mengatakan timnya mendapat pengalaman berharga dari kejuaraan itu. Kdi Yogjakarta disebabkan inimnya jam terbang para atlet. Di Kota Pelajar tersebut tim Porda Kota Bogor harus menghadapi tim-tim yang telah memiliki banyak pengalaman di level nasional dan internasional. “Lawan kita merupakan tim hebat. Bahkan beberapa pemain ada yang telah turun di ajang Sea Games. Saya rasa wajar jika kita kalah, tapi kita akan tetap evaluasi,” tegas Dedeh. Dari evaluasi yang dilakukan tim pelatih, kondisi fi sik para pemain harus menjadi fokus utama. kekalahan tim saat di Yogjakarta selalu dialami saat pertandingan memasuki menit terakhir. Mengenai teknik dan strategi serangan, Dedeh mengatakan para pemain bisa menerapkan semua hasil latihan dengan baik. “Yang kita lihat fi sik anak-anak masih lemah. 

Mereka selalu kehabisan napas setiap akhir babak kedua. Sehingga kita banyak mengalami kecolongan,” jelasnya. Saat ditanya peluang di porda nanti, Dedeh mengatakan kesempatan menjadi juara masih terbuka. Karena dalam kejurnas di Yogyakarta tim peserta porda Jawa Barat tidak ada yang masuk fi nal. “Kita masih punya peluang yang sangat besar. Tim Jawa Barat hanya UPI yang masuk fi nal. Sedangkan tim daerah tidak ada yang lolos,” tegas guru SMAN 4 Bogor ini. (*)

Judo

“Judo Kota Bogor Jaya” itulah slogan yang selalu diteriakkan para pejudo kota Bogor serta pelatih setelah melakukan proses latihan. “Slogan ini selalu kami ucapkan bersama-sama seusai latihan,” ucap Yudi Wahyudi yang merupakan asisten pelatih tim judo Kota Bogor sekaligus Wakil Kepala Sekretaris Umum TC Kepelatihan di Pengcab PJSI.

“Ini juga sebagai penambah motivasi bagi pejudo di Porda Jabar XI/2010 di Bandung nanti,” tambah Yudi. Yudi mengatakan kali ini mereka memiliki target meraih 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Target ini untuk memperbaiki prestasi Porda yang lalu dimana mereka gagal meraih satu medalipun. Yudi juga memiliki beberapa harapan tersendiri yakni, mencapai semua target yang di canangkan. (*)


 

Karate

Tim karate Kota Bogor punya beban moral selama mengikuti Porda Jawa Barat XI/2010. Di pundak para karateka yang akan tampil, ada target harus merebut dua medali emas. Ini jelas bukan pekerjaan mudah bagi tim asuhan Bambang Gunawan ini untuk mewujudkannya. 

Menurut Bambang, perlu usaha keras dan dukungan dari berbagai pihak untuk menggapai target itu. Karena persaingan di cabang olahraga (cabor) karate jauh lebih ketat. “Perkembangan karate di Jawa Barat sangat cepat, jadi kekuatan tiap daerah sudah merata. Tapi kita mewaspadai tuan rumah yang pasti lebih unggul karena didukung oleh faktor nonteknis, seperti suporter dan perangkat pertandingan,” ujar Bambang di sela-sela latihan tim karate Kota Bogor di gedung Kawah Candradimuka Kota Bogor. 

Tim karate Kota Bogor menurunkan sebelas atlet terbaiknya yang berhasil lolos dari babak kualifi kasi Desember lalu. Ke sebelas atlet itu akan turun di sembilan nomor. Di antaranya Nauval Muslim (kata perorangan putra), Riki Putra Jaya, Rusli Titawael, Rasul Pasiraja (kata beregu putra). Kemudian Fina Furwanti yang bermain di nomor kumite - 48 kg putri, Wulan Angraeni (kumite -68 putri), Rega (kumite -60 kg putra), Denny Ardiansyah (kumite -67 kg putra), Komang Budi H (kumite -75 kg putra), Supriyadi (kumite -84 kg putra), dan Harry Bengawan (kumite +84 kg putra). 

Mereka berlatih secara intensif di gedung Kawah Candradimuka sejak Januari lalu. Untuk mengetahui hasil latihan, Pengcab Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Kota Bogor mengikutsertakan timnya pada kejuaraan di Yogyakarta dengan hasil yang cukup memuaskan. “Kami juga punya visi ingin memasyarakatkan karate di Kota Bogor. Nah di Porda Jabar ini lah salah satu jalan terbaiknya. Jadi kami tidak sebatas jadi penggembira. Prinsipnya, kami datang, kami bertanding dan kami menang.” tekad Ketua Harian Pengcab Forki Kota Bogor itu penuh semangat. (*)

Kempo

Tim Kempo Kota Bogor siap memberikan yang terbaik. Di cabor beladiri, kempo merupakan salah satu cabor yang diandalkan untuk mendulang medali. Dari hasil monitoring dan juga serangkaian ujicoba, baik try in maupun try out yang digelar Perkemi Kota Bogor, para kensi sudah siap berlaga di ajang Porda Jabar XI Para kensi pun tak banyak mengeluh. Mereka berlatih dengan giat dan penuh semangat terutama dengan semakin dekatnya pelaksanaan Porda. Menurut Manajer tim Kempo Kota Bogor, Tiar Rizaldi, para kensi sudah mantap untuk berlaga. “Sejauh ini support dari kontingen maupun KONI sudah maksimal,” ujar Tiar Rizaldi.

Hal yang menebalkan semangat adalah fakta para kensi Kota Bogor mampu mengimbangi kemampuan kensi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam uji tanding (try out) di Kota Pelajar7-9 Mei 2010. Daya tahan fi sik, reaksi dan juga peningkatan teknik sudah terlihat. Namun begitu, Tiar tak mau berpuas diri. Cabor Kempo tetap menggelar training camp setiap jumat, sabtu dan minggu. 

Manajer yang akrab disapa Tiar ini menambahkan, training camp ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas para kensi karena masih memiliki kekurangan teknik pada di nomor embu dan variasi permainan pada randori.

Aspek yang dinilai pada embu meliputi kekompakan, keseragaman gerakan dan kerapihan teknik yang dilakukan berpasangan (dua orang) maupun beregu (empat orang). Sedangkan pada randori lebih mengarah ke pertarungan bebas satu lawan satu. “Semoga para atlet menjadi lebih siap fi sik, mental maupun tekniknya.

Dengan begitu kami bisa tampil maksimal,” paparnya. Selain itu, guna meningkatkan kebugaran fi sik atletnya, Tim kempo Kota Bogor juga mendatangkan pelatih fi sik Drs. Lilik Kurniadi, mantan dosen di Fakultas Olahraga IKIP Bandung. Lilik juga mengatakan kondisi fisik para kensi secara umum sudah terbentuk dengan. Tim hanya membenahi seputar reaction time dan feeling touch. (*)


 

Menembak

Pengcab Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kota Bogor merasa kecewa dengan tidak dilombakannya nomor beregu di Porda Jawa Barat XI/2010, Juli nanti. Hal ini kerena di nomor tersebut peluang tim Kota Hujan sangat besar unuk membawa pulang medali emas.

Menurut pelatih sekaligus atlet menembak Kota Bogor Benninu Argoebie jika nomor beregu di pertandingkan, pihaknya yakin bisa menambah perolehan medali.

“Saya yakin dua emas bisa kita raih dari nomor itu,” ujarnya usai latihan di gedung Kawah Candra Dimuka.

Benni mengaku hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan tidak dipertandingkannya kelas tersebut. Padahal jika mengacu pada aturan Internasional Shooting Sport Federation (ASSF) nomor tersebut masih di pertandingkan.

Bahkan di PON dan Sea Games nomor beregu masih dipertandingkan.”Sebenarnya ada apa ini. Kalau begini kita bukannya maju, tapi justru jauh menurun,” tegasnya.

Meski demikian para atlet menembak Kota Bogor tak pernah patah semangat. Bahkan saat menjalankan try out di Bali seluruh atlet menunjukkan grafik meningkat yang signifikan. Hanya butuh tambahan latihan fisik.

“Secara keseluruhan poin mereka terus meningkat. Namun saat bermain di cuaca yang sangat panas kondisi fisik mereka cepat menurun,” jalasnya.

Unuk mengatasi hal tersebut, Benni mengatakan pelatih nasional Glenn Clifton Afpel telah membuatkan program latihan untuk kota Bogor. Bahkan dua minggu sebelum pertandingan Glenn siap melatih secara intensif. Ia juga bersedia mendapingi penembak Kota Hujan saat Porda.

“Kita akan manfaatkan kesempatan yang ada. Untuk sementara kita akan jalankan program yang telah diberikan secara maksimal. Saya harapkan hasilnya juga maksimal di pertandingan yang sebanarnya,” pungkas Benni. (*)

Panahan

Tim panahan Kota Bogor bertekad untuk kembali berjaya dan membidik medali dalam Porda Jabar XI/2010, Juli. Ketua Perpani Kota Bogor, M. A. Hidayat Padmawinata, berharap bisa mengulang prestasi seperti di Porda sebelumnya.

“Skor mereka pun sudah melampaui target Jabar. Hal ini yang membuat kami yakin bila mereka bisa merebut target maksimal di Porda nanti,” ujar pria yang akrab disapa Acil ini.

Di ronde nasional, Idya Putra Harjianto dan Ayang Prili Riza akan menjadi andalan tim untuk berlaga di nomor total jarak (50m, 40m, 30m) dan olympic round (40m). Sementara di ronde tradisional, Nia Rengganis masih menjadi andalan untuk merebut medali.

Sementara itu, salah satu pemanah Kota Bogor yang kini tengah menjalani program pelatnas, Hendro Supriyanto akan menjadi andalan untuk mendulang medali di ronde fita. “Untuk ronde fita saya kira sudah aman. Hendrokan berstatus pemanah nasional, dirinya juga berlatih dengan intensif. Saya kira tak akan ada masalah dirondenya,” jelasnya.(*)


Panjat Tebing

Untuk memaksimalkan program latihan para atlet menjelang porda Jawa Barat yang hanya beberapa hari lagi, Pengcab Federasi Panjat Tebing Seluruh Indonesi (FPTI) Kota Bogor menjalankan training center untuk seluruh pemanjatnya sejak 3 Juni lalu.

Selama menjalankan training center para atlet diwajibkan menginap di mes hingga 28 Juni. Hanya setiap Sabtu dan Minggu atlet mendapat libur latihan. “Mereka memulai segala aktifitas dari mes, baik itu yang kuliah ataupun bekerja dan pulangnya juga langsung kembali ke mes, ”ujar ketua harian FPTI Kota Bogor Ridwan Effendi di tempat latihan panjat tebing, Sempur, kemarin.

Wawan sapaan akrab Ridwan mengatakan karantina kali ini merupakan program yang telah di jadwalkan oleh FPTI sejak awal latihan. Ia menjelaskan program ini sangat penting dilakukan selain pemantauan atlet bisa lebih maksimal selama menjalankan karantina, para atlet juga akan dilatih untuk disiplin. Ia menambahkan selama menjalankan training center Siti Raobiah dan kawan-kawan akan di fokuskan pada latihan teknik. Setiap hari, para pemanjat Kota Bogor itu harus menjalankan dua kali sesi latihan, yaitu setiap pagi dan sore.

“Kita latihan mulai jam 06.00 sampai jam 12.00 WIB.dan setelah istirahat dua jam mereka harus kembali menjalankanlatihan lagi hingga sore hari,” kata Wawan. Karantina alet akan selesai tiga hari menjelang keberangkatan ke Bandung. Hal ini sengaja untuk memberi kesempatan pada atlet untuk melakukan istirahat dan menghilangkan kepenatan. “Mungkin saja mereka ingin membuat selametan sebelum berangkat, yang pasti mereka harus meminta doa kepada orang tua mereka agar sukses di pertandingan. Untuk itu saya memberi mereka kesempatan,” pungkasnya.(*)


 

Pencak Silat

Kendati hanya berhasil meloloskan lima pesilatnya dalam Porda JabarXI/2010, IPSI (Ikatan Pencak SilatIndonesia) Kota Bogor tetap optimis dapat meraih hasil yang telah ditargetkan terlebih dahulu. Torehan tiga medali emas dalam Porda nanti diharapkan dapat disumbangkan kepada Kota Bogor. Ketua IPSI Kota Bogor, Helmi Soetikno mengatakan bila hal ini cukup realistis karena lima pesilat yang turun adalah pesilat terbaik yang ada di Kota Bogor.

“Saya kira kami tetap dapat meraih tiga emas. Meskipun hanya lima pesilat yang tampil, mereka adalah pesilat terbaik yang kami miliki, bahkan sudah menembus tingkat internasional,” ujar Helmi. Lima pesilat yang lolos antara lain Sukmawan (Kelas I), David(Kelas C), Nuh (Kelas H), Dika (Kelas A), serta Puspa Endah (KelasF). Diantara kelima pesilat tersebut, nama Puspa Endah telah memiliki reputasi hingga dunia internasional, sehingga dirinya diharapkan besar dapat menyumbangkan emas bagi Kota Bogor.(*)


 

Renang

Setelah mati suri selama beberapa periode, Persatuan Renang SeluruhIndonesia (PRSI) Kota Bogor hidupkembali. Dengan kepengurusan baru yangdipimpin Arifi n Himawan, PRSI diharapkan dapat menjawab tantangan untuk memberikan prestasi terbaik bagi Kota Bogor.

Selain itu, PRSI juga berusaha untuk mengajak seluruh elemen, mencakup seluruh pengurus, orang tua perenang, serta masyarakat untuk membantu program kerja PRSI 2009-2013.

Pergantian pengurus memang menjadi harapan besar bagi organisasi seluruh pencinta renang agar dapat kembali aktif. Setelah mati suri sejak beberapa tahun, olahraga renang diharapkan dapat berkibar lebih baik lagi dengan kepengurusan saat ini. “Dengan kebersamaan kami mencoba bangkit. Memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Pastinya, kami harus bekerja keras dan melakukan pembinaan terprogram dan berkelanjutan,” jelas Arifin.

PRSI pun memiliki moto baru, yakni memberikan perubahan menjadi lebih baik. Kita harapkan bersama, hal ini dapat terwujud hingga menciptakan perenang-perenang terbaik dari ranah Kota Bogor. (*)

 


 

Sepak Bola

Berhasil menjadi juara grup dengan catatan rekor tak pernah terkalahkan selama babak kualifikasi menjadi rekor tersendiri bagi tim sepakbola Kota Bogor. Hal ini diharapkan menjadi titik awal untuk memajukan sepakbola di Kota Bogor, terutama dalam keikutsertaan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XI/2010, Juli.

Atas besutan pelatih M Yamin dan pelatih teknik Syarifudin, tim memiliki misi untuk bisa menyumbangkan satu medali emas bagi Kota Bogor. Program latihan yang tak pernah terputus pun membuat kesiapan tim terbilang sangat baik. Kondisi fisik anak asuhnya sangat baik. Bahkan, lebih baik dari pada beberapa atlet dari cabang olahraga lainnya.

Hal ini pun diharapkan menjadi sebuah acuan untuk bisa meruntuhkan dominasi lawan-lawan di jawa barat dan memajukan sepakbola di Kota Bogor.(*)


 

Softball-Baseball

Skuad Baseball dan Softball Kota Bogor yang akan bertempur di kancah Porda XI Jawa Barat 2010 terus melakukan persiapan. Semakin mendekatnya perhelatan Porda, tim semakin meningkatkan kesiapan. “Persiapan kami sudah 80-90%,” jelas Pelatih Tim Endang Isnandar.

Bagaimana dengan target? Pelatih yang sudah banyak makan asam garam di pentas softball dan baseball nasional dan regional ini tak mau muluk-muluk. Kota Bogor mengincar posisi tiga besar. ”Ini adalah penampilan kedua Tim Baseball dan Softball di ajang Porda. Pada Porda X 2006 di Karawang, kami menempati peringkat lima. Jadi, kami bertekad memperbaiki ranking dan berjuang keras untuk bisa mendulang medali,” ujar Endang.

Pelatih yang mulai menangani tim sejak November 2004 ini sudah memberikan kontribusi yang nyata, yaitu Juara I Labschool Cup antar SMA di Jakarta, Juara III turnamen se-Jawa barat dan DKI, dan Juara I Softball Unpad Cup. Ia juga berhasil membuat salah satu anak asuhnya, Furki Rahmi, masuk dalam skuad Timnas Junior dengan posisi sebagai Pitcher.

Sama seperti cabang olahraga outdoor lain, ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu kondisi iklim terutama hujan, dan kondisi lapangan. Selain itu, persiapan juga sempat terganggu para pemain yang harus menjalani ujian nasional pada 22 Maret 2010.

Tim yang terdiri dari gabungan siswa dan mahasiswa kota Bogor terdiri dari masing-masing 27 pemain untuk Baseball dan Softball. Para pemain sudah melupakan hasil kurang maksimal pada babak kualifikasi.


 

Tinju

Cabor tinju tak mau sesumbar. Sang Pelatih Udin Zaenudin memilih merendah. Dia mengaku peta kekuatan tinju di Jawa Barat saat ini sudah semakin merata. Dalam tiga tahun terakhir, Udin menganalisa terjadi perpindahan sejumlah petinju dari luar Jawa ke beberapa daerah di Jawa Barat.

”Eksodus petinju, sama seperti atlet dari cabor lainnya, sangat mungkin terjadi menjelang pelaksanaan Porda atau PON. Karena itu, kami tak mau ambil pusing. Yang penting, mempersiapkan tim kami sebaik mungkin,” jelas Udin yang bersama James Makawimbang dan almarhum Tantan menangani Tim Tinju Jabar pada PON XV Jatim tahun 2000 silam.

Dengan persiapan maksimal, menghadapi petinju lawan bukanlah persoalan besar. Faktor fisik dan mental menjadi sangat penting. ”Anggaplah skill tidak beda jauh. Memang ada petinju berbakat yang terlahir untuk menjadi juara. Ada juga yang harus dipoles. Nah, ketika tanding, mental dan fisik sangat berpengaruh,” jelas Udin.

Diantara petinju Kota Bogor, tak bisa dipungkiri beban berada di pundak petinju Ismail Nahumaruri alias Acang. Dia mulai menekuni olahraga tinju sejak ia masih duduk dibangku SD. Kala itu, ia hanya ikut-ikutan temannya yang sudah terlebih dahulu masuk sasana tinju. “Saya mulai tertarik dengan tinju ketika saya masih SD, awalnya hanya ikut-ikutan teman saja,” ujarnya.

Kini, Acang menjelma menjadi petinju yang diperhitungkan lawan. Dia wajar diandalkan, sebab sudah terbukti mampu mendulang emas untuk Kota Bogor. Dia meraih emas di Porda X Jabar di Karawang tahun 2006 dan juga di Indramayu. Meski begitu, coach Udin mengaku semua petinjunya punya peluang. “Saya tidak mau sesumbar. Target satu medali emas dulu. Mudah-mudahan bisa lebih,” jelasnya.(*)


 

Taekwondo

Tampaknya sudah tidak ada halangan lagi untuk menahan tim taekwondo Kota Bogor untuk mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XI/2010, Juli. Segala persiapan berjalan sempurna, kini tim tinggal memperkuat mental tanding mereka agar dapat berlaga dengan baik.

Ketua Harian Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bogor, Bernhard Lumowa mengatakan bila mental tanding taekwondo memiliki mental yang kuat. Ini menjadi modal penting dalam berlaga di Porda nanti.

Tim juga memiliki target untuk berada di posisi empat besar. Beberapa taekwondoin terbaik seperti Rano Rusmawan (68 kg bantam), Rahma Nurul Hakim (fin putri), Maulaha Haidir (45 kg fin), serta TM Etprizal (74 kg welter) diharapkan dapat mencapai hasil tersebut.(*)


 

Tarung Drajat

Tim tarung derajat Kota Bogor semakin intensif menjalankan latihan. Mereka sadar, waktu persiapan porda tinggal beberapa pekan lagi. Untuk itu pelatih tarung derajat Kota Bogor Febby Benyamin selalu menekankan para atletnya untuk terus berlatih sekeras mungkin.

Dalam waktu dekat, Pengcab Keluarga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Bogor menjalankan training center (TC) di daerah pantai di sekitar Banten. Tujuannya untuk mengoptimalkan latihan para atlet. Febby berharap dengan latihan di pantai anak asuhnya tidak merasa jenuh dengan kondisi sekarang.

”Rencananya kita ingin TC di Banten. Dengan latihan dipantai, maka stamina anak-anak akan lebih cepat meningkat, selain itu mereka juga akan merasa rileks saat latihan,” jelas Febby saat di datangi tim monitoring kontingen Kota Bogor di Kawah Candradimuka.

Menanggapi hal tersebut ketua tim monitoring Rizal Barnadi mengatakan, segera menyampaikan usulan tersebut kepada kontingen. ”Semoga bisa terealisasi. Saya juga mengharapkan seluruh program yang berhubungan dengan prestasi atlet bisa segera disampaikan kepada kita secepat mungkin,” ujar Rizal. (*)


 

Tenis Lapangan

Tim tenis Kota Bogor bertekad memberikan yang terbaik di Bandung. Sejumlah persiapan sudah dilakukan tim tennis. Diantaranya pemusatan latihan(TC) pada bulan Juni dan melakukan try in. Manajer tim, Sri Esti juga menggelar try in untuk para petenis Kota Bogor melawan sejumlah petenis, termasuk para petenis lokal.

Namun, hal tersebut tidak mengurangi tekad untuk berjuang all out di arena Porda Jabar XI 2010. Selain itu, tim Tenis Kota Bogor juga melakukan pemusatan latihan untuk meningkatkan motivasi para petenis jelang Porda. Rencananya, pemusatan latihan akan bertempat di seputar Gunung Mas, Kabupaten Bogor. Diharapkan, kedua program ini bisa berpengaruh besar terhadap semangat dan peforma tim nanti. Apalagi, sebanyak lima petenis yang akan mewakili Kota Bogor nanti memiliki tekad untuk memperbaiki peringkat. (*)


 

Tenis Meja

Tim tenis meja Kota Bogor terus meningkatkan jam terbang para atletnya menjelang Porda Jawa Barat XI/2010. Setelah mengikuti even Bogor Series pekan lalu, tim kembali mengikuti kejuaraan tenis meja New Armada Cup I se-Bogor Raya di Perumahan Cilendek Indah.

Menurut manajer tim tenis meja Kota Bogor Tato Subianto, kejuaraan ini hanya untuk mengasah mental bertanding para atlet. Ia menjelaskan dari evaluasi tim pelatih, rasa percaya diri pemain terkadang menurun saat bertanding.

Dalam pertandingan ini tim melakukan eksperimen unik, yaitu atlet putri main di nomor putra. Ini dilakukan agar atlet putri terbiasa dengan karakter pertandingan yang ketat. itu kata Tato, dengan bermain melawan laki-laki, tim putri akan terbiasa bermain di bawah tekanan.

Toto menjelaskan untuk menyiapkan atlet secara maksimal, mulai hari ini Ibnu Hariyanto dan kawan-kawan akan menjalankan training center. Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PMSI) Kota Bogor segera mengkarantina atlet sebulan penuh. Dengan program ini diharapkan seluruh atlet akan lebih fokus menjalankan program latihan. Selain itu kondisi atlet bisa diawasi setiap saat.

“Program latihan telah disusun oleh pelatih selama menjalankan karantina. Kita juga akan pantau kesehatan dan gizi atlet dengan serius. Sehingga saat porda nanti kondisi mereka berada di top performance,” tegasnya.

Sementara itu pembina Persatuan Tenis Meja (PTM) New Armada H.A Hidayat selaku penyelenggara kejuaraan mengatakan even ini untuk mencari bibit baru atlet tenis meja. Untuk itu dalam kejuaraan yang didukung sepenuhnya oleh PT Rizcon Victory ini lebih mengutamakan peserta junior.

“Kita ingin mencetak atlet muda yang bisa berprestasinantinya. Memang kita pertandingkan usia dewasa tapi ituhanya untuk meramaikan saja,” ujar Hidayat.

Tujuan kejuaraan ini disambut baik oleh ketua Pengcab PTMSI Kota Bogor Subono Widoyoko. Ia menjelaskan saat ini harus ada kesedaran dari seluruh masyarakat untuk mulai melakukan pembinaan terhadap atlet usia muda. “Kita harus beri mereka kesempatan bertanding sebanyak mungkin. Jika mereka latihan terus tanpa bertanding, itu akan sia-sia,” tegasnya.(*)


 

Wushu

Pelatih Wushu Kota Bogor Gogi Nebulana mengatakan saat ini anak asuhnya dalam kondisi siap bertanding di Porda Jawa Barat XI/2010. Para atlet hanya tinggal pemantapan teknik bertanding. Latihan kini telah masuk fase pra kompetisi, atlet hanya melakukan simulasi pertandingan.

Pengcab Wushu Indonesia (WI) Kota Bogor menjadwalkan try out ke Jakarta pada akhir pekan ini untuk mengasah mental tanding. Gogi menjelaskan semakin banyaknya uji tanding, mental bertarung para atlet juga akan semakin terasah.

“Saya percaya, semakin banyak kita uji coba, atlet akan semakin menguasai teknik yang akan dipertandingkan. Terlebih pada uji tanding nanti, anak-anak kita hadapkan dengan atlet yang punya kemampuan di atas kita,” ujar Gogi di gedung Kawah Candradimuka.

Gogi menyayangkan kondisi Sara Lestia yang sedang mengalami cidera lutut. Padahal atlet muda itu salah satu target penyumbang medali. Meski telah menjalani terapi, Gogi belum yakin Sara bisa turun maksimal di porda.

“Mulai Minggu (6/6), Sara mungkin sudah bisa latihan. Saya yakin ia bisa tampil di porda, tapi kalau untuk tampil sempurna saya belum bisa memastikan. Kita akan berusaha melakukan pengobatan semaksimal mungkin agar ia bisa sembuh total sebelum porda dimulai,” tegas pelatih yang baru pulang dari Yunani itu. (*)


 

 

BPOC

Semakin dekatnya Porda JawaBarat XI/2010 membuat Badan Pembinaan Olahraga Cacat (BPOC) Kota Bogor mengintensifkan jam latihan para atletnya. Seperti atlet normal pada umumnya, atlet BPOC Kota Bogor juga mempunyai program latihan sehari-hari.

Menurut manajer BPOC Kota Bogor Nurhaedy atlet-atletnya semakin giat berlatih setelah mendapatkan perhatian KONI. “Kita senang sekarang, perhatian KONI lebih nyata. Kalau dulu kita benar-benar seperti pengemis,” ujar Edy di sela-sela latihan tim renang BPOC di Kolam Renang Mila Kencana, kemarin.

Nurhaedy mengatakan, tim BPOC tidak membutuhkan suport yang aneh-aneh untuk memotivasi atlet. Atlet BPOC hanya membutuhkan seragam dan perlakuan yang sama seperti atlet normal.

Di Porda nanti BPOC akan menurunkan tujuh atletnya yang terdiri dari empat atlet atletik, di antaranya Ade Suryadi, Lutfi Bachtiar, Arifiana Dessy Suherman dan Achmad Choerudin. Sedangkan atlet renang diantaranya Maypudin, Yohana dan Solihin

Edy menjelaskan pihaknya sengaja hanya membawa sedikit atlet di Porda kali ini, tapi ia menargetkan seluruh atletnya membawa pulang medali. Ia telah belajar di Porda yang lalu, dengan jumlah atlet yang terlalu banyak justru akan memakan banyak biaya, dan hasilnya tidak maksimal.

“Kita hanya menargetkan satu emas bagi masing-masing cabor. Sementara untuk atletik saya targetkan tiga perak dan empat perunggu. Sedangkan renang kita harapkan bisa menambah dua perak dan tiga perunggu,” jelasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, saat ini seluruh atlet diwajibkan menjalankan latihan seminggu lima kali. Hanya mereka masih terkendala dengan peralatan. “Kitamemang perlu banyak peralatan dalam menjalankan latihan,” jelasnya. (*)